Dzurriyat







Dzurriyat | Dzurriyatahum 









*



Special image: U.S. National Library of Medicine 





Dzurriyatahum 



وآَيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ


“Dan salah satu tanda (Kekuasaan Allah) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan (jenis mereka) dalam kapal yang penuh muatan.” (Q.S. Yasin: 41)

Allah telah menyelamatkan keberlangsungan hidup manusia dengan mengangkut Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman.

Allahlah yang memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat kapal dan kemudian mengangkut manusia serta binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan secara berpasang-pasangan.

Sebagian Ulama Tafsir menjelaskan bahwa makna “dzurriyatahum” adalah leluhur / nenek moyang mereka.

Namun, hal ini tidaklah dikenal dalam bahasa Arab, menurut Ibnu Athiyyah dalam tafsirnya, Al-Muharror Al-Wajiiz.

Pendapat ini juga diikuti oleh Syaikh Ibn Utsaimin, bahwa maksud dari dzurriyatahum adalah keturunan dari jenis mereka.

Di antara jenis kita sebagai manusia adalah Nabi Adam dan Nabi Nuh.

Allah selamatkan keturunan mereka yang tentunya berakibat terselamatkannya keturunan orang-orang setelahnya.

Akan tetapi, manusia yang sejaman dengan Nabi Nuh hanya keturunan Nabi Nuh saja yang tetap ada hingga saat ini. [Cms] 




Ref. 
  • https://chanelmuslim.com/quran-hadis/tafsir-surat-yasin-ayat-40-dan-41 






*